Gaya Switcher

Memilih gaya Warna

Untuk pengalaman yang lebih baik silakan anda dengan mengubah pengaturan browser untuk CHROME, FIREFOX, OPERA atau Internet Explorer.
TRANSFORMASI BISNIS UMK DARI KONVENSIONAL KE DIGITAL PASCA PANDEMI COVID-19 DAN ERA INDUSTRI 0.4

TRANSFORMASI BISNIS UMK DARI KONVENSIONAL KE DIGITAL PASCA PANDEMI COVID-19 DAN ERA INDUSTRI 0.4

Oleh : Dr. Ir. Suparjiman, MM. *

Keberadaan usaha mikro kecil mempunyai kontribusi terbesar dalam perekonomian nasional, karena partisipasi masyarakat dalam berbagai sektor kegiatan ekonomi. Usaha Mikro kecil selama ini terbukti dapat diandalkan sebagai katup pengaman di masa krisis. Melalui mekanisme penciptaan kesempatan kerja, kontribusi pendapatan, menyerap tenaga kerja/pengangguran sehingga menjadikan nilai tambah. Keberhasilan dalam meningkatkan kemampuan usaha mikro kecil berarti memperkokoh basis perekonomian masyarakat. Hal ini akan membantu mempercepat proses pemulihan ekonomi nasional, dan sekaligus memberi dukungan nyata kepada pemerintah dalam melaksanakan pembangunan ekonomi. Hal tersebut menjadikan pemberdayaan usaha kecil menempati posisi yang vital dan strategis. Perubahan yang cukup fundamental dalam kehidupan ekonomi masyarakat ternyata telah melahirkan nilai-nilai baru, kebutuhan-kebutuhan baru dan perilaku ekonomi baru yang harus mendapat perhatian dari Dunia Usaha. Setiap tahun jumlah pelaku bisnis ini semakin bertambah dan tersebar di berbagai pelosok tanah air. Usaha mikro kecil juga menyumbang pertumbuhan ekonomi di Indonesia, dengan nilai mencapai 60% lebih. Selain itu, sektor usaha mikro kecil ini mempunyai kontribusi besar terhadap perputaran uang di masyarakat karena jumlahnya yang cukup besar yaitu 59 juta UMKM.
Era globalisasi dengan sistem digital telah dimulai, ini merupakan pertanda perdagangan bebas antar negara di dunia menjadi tidak terbatas. Untuk itu maka sebagai pelaku UMK memiliki peluang yang cukup besar dalam mengembangkan usaha bisnis. Artinya jumlah pesaing atau kompetitor kita juga semakin bertambah. Oleh karena itu, strategi bisnis merupakan hal penting yang wajib dibuat agar dapat menang menghadapi persaingan bisnis.
Yang mengkuatirkan, tidak semua pelaku usaha UMK memahami perubahan tersebut, terutama untuk pelaku usaha konvensional. Banyak diantara mereka yang belum ikut melakukan perubahan dan mengalami penurunan pendapatan, Era digital yang seharusnya menjadi sebuah peluang justru menjadi ancaman mereka. Untuk itu diperlukan sebuah langkah perubahan yakni salah satunya melalui strategi bisnis Transformasi dari Konvensional menuju Digital. Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Indonesia sangat pesat perkembangannya Bagaimana dengan Anda selaku pelaku usaha UMKM? Apakah pengusaha sudah memahami dan mempersiapkan strategi bisnis untuk menghadapi persaingan di era digital? Berikut salah satu tips yang dapat Anda terapkan agar usaha para UMKM dapat bersaing dan berkembang di era digital yaitu melaksanakan strategi Marketing dari Konvensional menuju Digital

a. Dengan Marketing Digital selalu terhubung dengan konsumen selamanya (24 Jam) full.

b. Penjualan meningkat, karena jaringan pemasaran menggunakan Internet sehingga jangkauan lebih luas dan jauh baik lokal nasional maupun internasional.

c. Biaya Marketing lebih murah, selain murah dan efisiensi juga menemukan demand dari Internet.

d. Melayani konsumen lebih cepat karena Online, Sekarang ini yang menang bukan yang besar atau yang kaya tetapi yang cepat.

Di awal sudah sedikit saya singgung bahwa mayoritas penduduk Indonesia sudah terhubung internet, menggunakan HP dan hal tersebut merupakan peluang yang tidak boleh dilewatkan oleh semua pemilik bisnis. Selain itu, ada beberapa alasan lain mengapa Anda harus memanfaatkan digital marketing. Berikut enam alasan utama mengapa digital marketing penting untuk bisnis Anda: Ada beberapa alasan para UMKM Transformasi ke Digital Marketing :

1. Menyediakan Kesempatan yang Sama untuk Semua Bisnis Digital marketing memungkinkan semua skala bisnis untuk terjun ke dalamnya, baik itu perusahaan besar, usaha menengah, maupun usaha kecil. Bahkan digital marketing pun bisa diterapkan oleh pemilik bisnis yang baru memulai bisnisnya. karena alat-alat yang diperlukan Cukup berbekal laptop dan koneksi internet.

2. Lebih Murah dan Lebih Efektif Dibanding Marketing Tradisional Selain tidak membutuhkan alat-alat yang rumit, digital marketing juga relatif lebih murah dibandingkan dengan marketing konvensional. Berdasarkan survey Gartner’s Digital Marketing Spend Report, pelaku usaha kecil menengah yang menerapkan digital marketing bisa menghemat anggaran marketing hingga 40 persen. Disamping hemat, digital marketing juga menghasilkan performa lebih baik dibanding marketing tradisional. Survey dari Gartner juga menunjukkan 28 persen pelaku usaha kecil menengah berencana untuk memindahkan alokasi marketing tradisional ke digital marketing. Hal inimenunjukkan digital marketing lebih efektif dibanding marketing tradisional.

3. Meningkatkan Revenue Secara Efektif Dengan metode marketing yang lebih efektif, Anda juga bisa meningkatkan pendapatan lebih efektif. Berdasarkan laporan Google, pelaku bisnis yang memanfaatkan digital marketing berhasil meningkatkan pendapatan 2.8 lebih besar dibanding bisnis yang hanya mengandalkan marketing tradisional.

4. Memungkinkan Anda Terhubung dengan Konsumer Khusus Salah satu alasan terpenting mengapa harus segeratransformasi ke digital marketing adalah pengusaha bisa menargetkan konsumer yang khusus. Digital marketing mampu mengumpulkan berbagai data penting, dari lokasi, usia, minat, hingga gender untuk menentukan target yang paling sesuai untuk mempromosikan produk yang dihasilkan UMK.

5. Lebih Efektif untuk Pengguna Perangkat Mobile Berdasarkan riset Google, sebanyak 94 % pengguna internet Indonesia mengakses internet melalui perangkat mobile atau smarthone (HP). Mayoritas pengguna internet Indonesia mengakses internet melalui smartphone karena lebih mudah dan lebih cepat diakses. Dengan bantuan digital marketing, Anda dapat dengan mudah menjangkau konsumen melalui perangkat mobile, terutama media sosial.

6. Membangun Reputasi Brand Membangun atau menciptakan Reputasi bisnis saat ini sangat penting di era digital ini. Digital marketing membantu Anda membangun reputasi yang baik melalui website maupun media sosial, lainnya. Menurut riset Adweek, sebanyak 81 % konsumen melakukan riset online terlebih dahulu sebelum melakukan pembelian. Oleh karena itu, eksistensi UMK di dunia maya sangat penting dan Anda bisa mencapainya dengan digital marketing.

Banyak para pelaku usaha membayangkan bahwa bearalih dari Marketing Konvensional/Tradisonal menuju ke Digital Marketing itu sangat rumit dan modal besar, anggapan tersebut adalah salah besar. Berikut adalah definisi Marketing Digital yang sangat sederhana. Digital marketing merupakan
semua usaha marketing yang memanfaatkan alat elektronik atau internet untuk kegiatan mempromosikan produk/jasa atau layanan di platform media sosial dengan menggunakan strategi tertentu. Definisinya memang cukup sederhana, yaitu mempromosikan produk/jasa atau layanan di media sosial. Contoh Web Site, Sosmed Marketing, Iklan PPC, Email dan sebagainya. Untuk lebih memahami perbedaan Marketing Konvensional dan Digital Marketing, berikut kami jelaskan dari tiga Komponen baik dari sisi Jangkauan Pemasaran, Waktu dan biaya dan Cara Mengkomunikasikan sebagai berikut :

Strategi bisnis usaha mikro dan kecil yang bisa dilakukan pada pasca covid-19 (new normal) yang bisa dilakukan untuk bisa bersaing di era digital yaitu :

1. Memanfaatkan dan Mengikuti Perkembangan Teknologi. Seperti namanya ‘era digital’, maka UKM pun sebagai pelaku usaha wajib memanfaatkan teknologi dalam strategi bisnisnya. Karena seperti yang kita tahu, dunia digital dan teknologi tidak dapat dipisahkan keberadaannya. Sebetulnya teknologi bukanlah hal yang membuat sulit, justru teknologi akan membantu dan mempermudah pekerjaan manusia.

2. Menggunakan Sosial Media (Sosmed) Masyarakat Indonesia banyak menggunakan sosial media baik Twitter, Instagram, Facebook, WA, Line dan sebagainya. Karena itu social media dapat dijadikan alat dalam strategi bisnis. Social media untuk memasarkan produk yang dihasilkan para pelaku Usaha khusunya UMK.

3. Familyer Dengan Teknologi Smartphone dan Gedjet.
Tingginya jumlah pengguna smartphone dan produk gadget perlu diperhatikan. Para UMK perlu menyesuaikan strategi pemasaran dengan Smartphone dan Gedjet sehingga akan lebih banyak orang yang melihat toko online Anda. Untuk menjaring banyak pengunjung yang menggunakan smartphone, maka website Anda juga harus didesain sesuai dengan smartphone yang dimiliki banyak orang

4. Menggunakan Digital Marketing Selain social media, pelaku UMK juga dapat menerapkan digital marketing yaitu aktivitas promosi sebuah brand maupun produk/jasa menggunakan media elektronik atau digital. Jika para UMK tidak bisa menggunakan digital marketing, Anda juga dapat menggunakan jasa perusahaan e-commerce yang menjual jasa digital agency yang dapat membantu mengembangkan bisnis UMKM.

5. Menggunakan Aplikasi Selain aplikasi social media, sekarang juga banyak tersedia aplikasi-aplikasi yang dapat digunakan untuk membantu pekerjaan sehingga bisa mempercepat proses antara lain aplikasi dalam Proses Produksi, Aplikasi Penjualan, Aplikasi Keuangan/Akuntasi, Aplikasi Pelayanan dan lainnya.

6. Inovasi Tiada Henti, Pelaku usaha khususnya UMK harus memiliki Ide terus menerus sehingga produk yang dihasilkan beda dengan produk yang beredar dipasaran.

7. Memberikan Layanan Terbaik Kepada Konsumen; Karena konsumen adalah yang memberikan uang pada kita maka harus kita beri layanan yang terbaik sehingga mereka merasa puas atas layanan kita. Kuncinya adalah Nilai Manfaat yang kita berikan pada Konsumen lebih besar dari Nilai uang yang mereka keluarkan.

Agar para pelaku usaha khususnya para Usaha Mikro Kecil (UMK) tetap Survive atau eksis pasca pandemi covid-19 dan di Era Digital ini maka mau tidak mau suka tidak suka harus mulai melek teknologi informasi khususnya dalam pemasaran mesti beralih dari pemasaran Konvensional/tradisional menuju ke Marketing Digital.

Karena dengan Marketing Digital kualitas pelayanan ataupun produk yang dihasilkan bisa lebih baik, lebih efisien dan jangkauan pasar lebih luas. Kalau kita lihat dari perkembangan saat pelaku usaha yang menang bukan karena perusahaannya besar atau Assetnya besar melainkan pelaku usaha yang bisa menyediakan kebutuhan lebih cepat.

Komentar (1)


  1. Rika susdiman

    Siap..tidak siap pemandu dan UMKM harus menjalaninya

tinggalkan komentar anda

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Bidang yang harus diisi ditandai *

Atas
Butuh bantuan?Chat with us
Harap terima kebijakan privasi kami terlebih dahulu untuk memulai percakapan.